Rabu, 10 Agustus 2011

Sebuah Asa Untuk yang Tercinta



Wahai Kekasih…
Kau tahu aku tak semulia Muhammad, Sang Rasul
Tak sehanif Ibrahim
Atau seistimewa Sulaiman

Aku hanyalah umat yang mencoba mengqudwah pada mereka
Pembelajar pada sang Al-Amin
Berkiblat pada kesabaran abinya para nabi
Berguru pada ketawadhuan raja para jin


Sadarilah wahai putri hati…
Ketika tali cinta ini telah tertambat
Pantang terlepas walau sesaat
Dan pasti kan kujaga hingga ajal menyapa

Istriku…
Kaulah kepingan nurani ditengah lautan mimpi
Kaulah sepenggal kisah yang kubaca di catatan Nya
Bersama kita sempurnakan nurani
Guna menutup kisah ini dengan senyum

Pesanku untukmu kasih
Sadarkan laknatku dengan kelembutanmu
Sejukkan pisuhku dengan senyummu
Maafkan hardikku dengan kesabaranmu
Bagaimanapun, kaulah bidadari surgaku selamanya

1 komentar:

  1. Sadarkan...
    Sejukkan...
    Maafkan...

    Salam senyum kanda..:)

    BalasHapus

Recent Posts