Jumat, 16 September 2011

Cukup RidhoNYA....


Sahabat yang terhormat, pernahkah kita merasa jenuh? Jenuh dengan kehidupan yang stagnan. Jenuh dengan keadaan yang sama dari waktu ke waktu. Jenuh berdoa dan berikhtiar karena hingga saat ini belum juga terkabulkan. Ketahuilah sahabat, itulah nutrisi kehidupan yang Allah hidangkan kepada seluruh ummat. Agar tubuh lebih berenergi dan jiwa semakin dekat dengan syukur.

Permasalahan kehidupan dapat dilihat dari dua sisi yang berbeda. Bagi mereka yang optimis, maka batu-batu dalam kehidupan hanya dianggap pijakan-pijakan agar mampu melakukan lompatan yang lebih jauh. Namun, bagi mereka yang memilih sudut pandang negatif,  maka permasalahan justru dianggap sebagai pemutus cita-cita, penghancur angan dan pelemah semangat. Kini, semua diserahkan kepada masing-masing diri untuk memilih untuk survive atau justru menyerah pada keadaan.

Merengkuh kesuksesan pasti membutuhkan usaha keras tanpa kenal lelah. Namun, usaha keras saja sejatinya tidaklah cukup. Karena ikhtiar tanpa doa, hanya menciptakan keputusasaan. Hal ini karena seluruh potensi diri telah habis untuk mengejar keinginan-keinginan tersebut. Padahal menurut Allah SWT, keinginan tersebut bukanlah kebaikan baginya. Jika seperti ini kondisinya, apa yg akan terjadi? Tentu keputusasaan, tidak ikhlas, bahkan mungkin saja menyalahkan Tuhan. Tuhan kok disalahkan? Itulah yang terjadi jika setiap diri salah menggantungkan harapan dan cita-citanya.

Sahabatku, setiap jiwa memiliki potensi untuk menggapai seluruh keinginannya. Dengan rahmat akal yang Allah berikan, manusia dapat merencanakan kesuksesan-kesuksesannya. Namun, seluruh rencana tersebut menjadi hampa, ketika doa sebagai faktor utama turunnya ridho Allah ditinggalkan begitu saja. Karena itu sahabat, ikhtiar dan doa memang dua hal yang saling sinergi dalam membangun kesuksesan setiap manusia. Tidak dapat dipisahkan, tidak dapat dikesampingkan salah satunya.

Ketika ikhtiar dan doa telah kita lakukan dan asa yang sahabat kejar belum terengkuh juga, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh sahabatnya :

Pertama, memperbaiki ibadah kita.
Cek kembali ibadah kita, sudah benarkah? sudah tepat waktukah? sudah sesuai syariatkah? semua yg wajib sudah dilaksanakankah?
Kedua, Taubat
Memohon ampun kepada Allah,  orang tua, dan terhadap pihak-pihak lain yang pernah sahabat sakiti baik sengaja maupun tidak. Karena salah satu penghambat laju doa manusia mencapai arsy Allah adalah dosa kita terhadap manusia.
Ketiga, Restu Orang Tua
Mohon doa dari Ibu, Ayah, mertua dan orang-orang sholeh. Karena doa-doa mereka tidak memiliki hijab dengan singgasana Allah SWT.
Keempat, Jangan lupakan amalan sunnah
Tingkatkan kualitas ibadah kita dengan mengerjakan ibadah-ibadah sunnah. Beberapa yang dianjurkan diantaranya memperbanyak shalat dhuha, shaum sunnah dan tahajud. Jika kita telah rela mengorbankan banyak kesenangan hanya untuk beribadah pada Allah, masa sieh Allah tega tidak mengabulkan doa-doa kita semua.
Kelima, Sedekah
Sedekah merupakan bentuk penghambaan kita kepada Allah SWT. Dengan sedekah, manusia diajarkan tentang loyalitas kepada penciptaNYA. Karena dalam salah satu hadis, sedekah terbaik adalah memberikan hal yang paling dicintai dan dilakukan pada saat kekurangan atau sedang membutuhkan. Yuk sahabat semua kita belajar dari sahabat rosul terutama Abu Bakar as-shidiq yang menyerahkan seluruh hartanya untuk perjuangan islam dan hanya meninggalkan Allah dan rasulnya saja sebagai warisan buat keluarganya. Jikalau kita belum mampu, maka sebaiknya kita mulai belajar memberikan sedekah terbaik dari harta yang kita miliki.
Terakhir, Konsiten/istiqomah
Meskipun doa kita masih belum dikabulkan Allah, terus ikhtiar, terus berdoa dan terus beramal. Allah itu dekat sekali sahabat, lebih dekat dari syaraf di leher kita.

Sahabatku semua, menciptakan keajaiban itu mudah. Formula yang dibutuhkan hanya satu yakni ridho Allah. Ya, hanya itu saja! Karena jika Allah telah ridho, hal apapun pasti diberiNYA. Meskipun kita semua dalam kondisi miskin atau keadaan paling buruk sekalipun,jika Allah  ridho kita tetap bisa bahagia dan menikmati kehidupan. Adakah yang lebih indah dibandingkan ridho Allah terhadap diri kita?....  karena itu sahabat, cintailah Allah dan RasulNYA melebihi dari apapun… salam tabik!

Samarinda, 16 september 2011, 15.16 WITA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts