Rabu, 14 Desember 2011

Yang Spesial Untuk Za…


Tepat 10 Muharram 1433H atau 6 Desember 2011, senyummu menyemburat menggetarkan kami anakku. Sebuah penantian yang berujung pada kebahagiaan, keceriaan dan kesyukuran. Di Rumah Sakit Katolik “Dirgahayu” itu Za dilahirkan. Dengan perjuangan panjang, melelahkan dan penuh harap pada Illahi hingga akhirnya Za terlahir dengan normal dan selamat. Wajah putihmu yang dihiasi rambut hitam lebat, menjadi penawar hati Abi-Umi dan Ibu-Nyai yang khawatir, takut, berdoa agar Allah memudahkan. Dan Alhamdulillah doa-doa itu Allah kabulkan Za….


Za Anakku, jadilah anak baik yang mampu membaikkan orang lain. Itulah doa Abi untukmu Za. Sebuah harapan, masa depan dan semangat Abi-Umi untuk menjadikanmu mutiara hati dunia. Abi membayangkan dirimu kelak akan menjadi sosok muslimah yang dekat dengan Illahi, cerdas bertindak, kuat dalam keilmuan, mampu menggerakkan orang lain, lemah lembut kepada sesama, tegas dalam bertindak, dan kelak menemui Illahi dalam keadaan Khusnul Khatimah. Sangat ideal memang, tapi itulah harapan Abi-Umi dan keluarga besar padamu nak. Biasakanlah dirimu dengan beban-beban besar, agar Za terlatih untuk tangguh, tegar, kokoh dan tidak mudah mengeluh.

Bidadari kecilku, sejak dalam kandungan untaian doa-doa kami tidak pernah putus nak. Hingga kini, doa-doa itu terus kami”nyanyikan’ untukmu buah hatiku. Doa yang akan mengiringi dan menghantarkanmu menjalani kehidupan ini dalam kebaikan-kebaikan. Kami akan berikhtiar untukmu nak. Ikhtiar terkuat untuk membentukmu jadi generasi yang baik dan mampu membaikkan. Pesan terakhir kami untuk Za, renungi, pahami dan amalkan pesan Lukman kepada anaknya. Pesan yang Abi bisikkan di telingamu setiap Shubuh dan akan selalu begitu nak.

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لإنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

13. “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi nasehat kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”

وَوَصَّيْنَا الإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

14. “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam Keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

15. “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, Maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ

16. (Luqman berkata): “Hai anakku, Sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha mengetahui.”

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأُمُورِ

17. “Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu Termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”

وَلا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلا تَمْشِ فِي الأَرْضِ مَرَحًا إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

18. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan.”

وَاقْصِدْ فِي مَشْيِكَ وَاغْضُضْ مِن صَوْتِكَ إِنَّ أَنكَرَ الأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِير

19. “Dan rendah dirilah ketika berjalan dan pelankan suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.”

Selamat berjuang nak, ”tonjoklah congkaknya dunia, buah hatiku. Doa kami di nadimu…..”

Samarinda, 14 Desember 2011

2 komentar:

  1. Robbi habli minassholihiin,smg putrinya mjd anak yg shalihat,cerdas,sehat jg mjd pnyejuk hati kedua orangtuanya.aamiin
    Selamat ya Pak Fajar.

    BalasHapus
  2. makasih kunjungannya mba... blog mba keren....

    BalasHapus

Recent Posts