Selasa, 07 Juli 2015

Bahkan Jika Akhirat Itu Tuhan Hadirkan Jadi Bagian Indonesia, Pasti KPPN Akan Berdiri Di Sana

Bahkan Jika Akhirat Tuhan Hadirkan Jadi Bagian Indonesia,  Pasti KPPN Akan Berdiri Di Sana

Ini tentang kami…
Cerita anak negeri
Memantapkan hati untuk ibu pertiwi
Bekerja dalam keterasingan yang sepi
Atas nama reformasi birokrasi

Ini tentang kami kawan…
Di ujung Weh pun kami salurkan anggaran
Untuk sekedar menutup kesenjangan
Berharap meningkatkan kesejahteraan
Terwujud pemerataaan pembanguna

Ini tentang kami pace…
Banyak Kisah pilu di ujung Nabire
Atau cerita heroik di Ende
Belum lagi sajak rindu dari Makale
Kisah-kisah penuh rasa menutup sore

Ini tentang kami tuan…
PNS Idaman penuh kesabaran
Penghasilan pas-pasan, habis membunuh kerinduan
Gaji dua belas bulan, tuntas buat mudik tahunan
Lagi-lagi sekedar menengok tanah kelahiran

Inilah kami buruh…
Kobar semangat itu terus kami suluh
Meski tak mungkin ampuh menghapus keluh
Yahhh… mungkin itu cara meringankan pisuh
Akibat rindu membuncah mengenang keluarga nan jauh

Inilah kami sahabat…
Kami bukanlah orang-orang hebat tanpa laknat
Kami hanya berusaha berbuat tanpa mengumpat
Bekerja giat dengan semangat yang menyemburat
Salurkan APBN untuk sejahterakan rakyat

Inilah kami…
Anak-anak bangsa penuh peluh kontribusi
Semoga kisah ini menginspirasi
Membangkitkan optimisme untuk negeri
Catatlah kisah kami ini….
(Sajak Inilah Kami, 6 Juli 2015)

Tahukah kalian? Bahwa jalan, jembatan, bandara, pelabuhan dan seluruh infrastruktur yang di biayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu disalurkan hingga pelosok negeri melalui satu unit layanan. Gaji, tunjangan, bantuan sosial, beasiswa hingga proyek-proyek pembangunan, terdistribusi dengan cepat, tepat dan sistematis karena kontribusi salah satu unit layanan Kementerian Keuangan. Teranyar, lebih dari satu juta PNS Pemerintah Pusat menerima gaji ke-13 karena kerja keras unit layanan ini.

Sejak bergulirnya Reformasi Birokrasi, unit layanan ini mengubah wajahnya dengan slogan Cepat, Tepat dan Tanpa Biaya. Bahkan transformasi unit layanan ini berjalan sangat cepat. Janji layanan pencairan anggaran selama satu jam yang telah sukses menjadi icon tiga tahun terakhir, tidak menyurutkan inovasi unit ini. Kini, digulirkan Sistem Perbendaharaan Anggaran Negara (SPAN) sebagai icon baru yang menganut akuntansi berbasis akrual sebagai amanah Undang-undang Keuangan Negara nomor 17 tahun 2003. Secara sederhana, SPAN merupakan sistem yang mengintegrasikan data pengelolaan keuangan negara secara terpusat, transparan dengan validitas tinggi dan memiliki audit trial system.

Ya…. unit itu bernama Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN). Unit layanan dibawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan yang berdasarkan hasil survei Institut Pertanian Bogor tahun 2013 dan 2014 memperoleh indeks kepuasan layanan masing-masing 4,09 dan 4,23 dari skala 1-5 atau masuk kategori sangat puas. Tahun-tahun sebelumnya, Ditjen Perbendaharaan dinobatkan sebagai organisasi yang memiliki inisiatif anti korupsi (PIAK) terbaik tingkat Kementerian Keuangan tahun 2010 oleh Lembaga Anti Rasuah. Bahkan tahun 2011, Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mengapresiasi layanan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) KPPN sebagai layanan publik dengan integritas tertinggi dibandingkan 15 unit layanan tingkat Kementerian Negara/Lembaga lainnya.

Kini, Ditjen Perbendaharaan dengan unit vertikalnya yakni Kanwil Ditjen Perbendaharaan Daerah dan KPPN, juga menggiatkan system penerimaan Negara generasi kedua atau yang dikenal dengan MPN G2. MPN-G2 merupakan sistem yang memperlakukan satker sebagai pelanggan istimewa yang diberikan berbagai kemudahan bertransaksi. Jika sebelumnya satker harus mendatangi dan mengantri di bank atau kantor pos untuk membayar pajak atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dengan di launching MPN-G2 maka satker dapat bertransaksi di mana pun dan kapan pun melalui Automated Teller Machine (ATM), Electronic Data Center (EDC), atau Internet Banking. Satker hanya perlu menginput ID Billing dalam lembar konfirmasi pembayaran yang didapat dari aplikasi pajak atau PNBP MPN-G2 ke sarana pembayaran termudah, baik ATM, EDC ataupun internet banking. Kini membayar setoran pajak atau PNBP semudah membayar tiket perjalanan secara online. Pastinya, sistem ini memangkas kerumitan birokrasi yang selama ini dikeluhkan, dan besar kemungkinan akan lebih menyederhanakan struktur organisasi pemerintah.

Itulah kami, unit layanan yang terbesar yang tersebar hingga pelosok negeri. Bahkan dalam canda dengan sejawat, jika akhirat itu menjadi bagian dari Indonesia, maka KPPN pasti berdiri disana. Pengandaian yang terlalu ekstrem memang, tapi menunjukkan betapa KPPN sangat dibutuhkan kehadirannya. Kehadiran KPPN menjadi alat Negara untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjamin pemerataan pembangunan. Satu hal yang teguh kami yakini, bahwa kontribusi senyap ini akan tetap berharga dihadapan pencipta alam dan kaum marginal yang tersenyum karena sampainya bantuan Negara pada Mereka.

http://www.kompasiana.com/perbendaharaanesia/bahkan-jika-akhirat-tuhan-hadirkan-jadi-bagian-indonesia-pasti-kppn-akan-berdiri-di-sana_559a22b1e422bd5f08b737a5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts