Rabu, 23 November 2016

Mau Sukses Kuliah di Unair, Coba Strategi ini!


Nilai A, hmmmm.... sulit sekali rasanya bukan?
Membayangkan mereka yang mendapatkan nilai itu sebagai seorang kutu buku, ahli buat penelitian, kacamata tebal, jago speak-speak english sana-sini
Pokoknya waahhh banget dah...
Apalagi dikampus yang bercita-cita menuju World Class University
Tapi tidak selalu seperti itu loh....

Ada beberapa strategi yang bisa diterapkan untuk dapat nilai A, atau minimal B lah...
Ini sesuai pengalaman saya kuliah di Media dan Komunikasi, FISIP Unair
Mungkin banyak hal yang berbeda dengan fakultas lain. Tapi bisa jadi strategi ini juga layak diterapkan di eksakta maupun non-ekasakta

Berikut strateginya:
1. Kenalilah Dosen
Proses ini penting untuk menyusun strategi kuliah. seperti pemetaan kondisi sosial, maka memetakan dosen bisa jadi menjadi langkah awal sukses mendapatkan nilai terbaik. Secara umum terdapat tiga macam dosen.
Pertama, Dosen Dedikatif. Dosen seperti ini biasanya sangat memperhitungkan kehadiran mahasiswa, selalu datang tepat waktu, ada kuis di awal atau di akhir kuliah, tugas yang bejibun, buku bacaan yang menggunung dan sebagainya. Jika bertemu dosen seperti ini, maka jangan main-main. seirus kuliah, datang tepat waktu, duduk lah paling depan. Kenapa duduk paling depan?, yakinlah bukan kamu yang ditanya jika sang dosen memberi pertanyaan :)
Kedua, Dosen Idola. Dosen seperti ini biasanya dosen muda yang memiliki bawaan santai, style kekinian, rapi tapi trendi. Dosen tipe ini tidak terlalu memusingkan mahasiswa hadir atau tidak. Karena baginya itu hak mahasiswa untuk ikut kuliahnya atau tidak. Dosen tipe ini juga lebih cair dikelas, pertanyaan dan diskusi yang di inisiasinya kekinian selalu up-date sehingga sering menjadi idola mahasiswa. Kunci untuk mendapatkan nilai terbaik, yakni dengan membuat makalah/paper yang ditugaskan sang dosen, dengan karakteristik tema terbaru/kekinian, sudut pandang yang lebih berwarna, kolaborasi teori dari berbagai disiplin ilmu dan tentunya analisis yang kuat. Jika sang dosen sudah 'jatuh hati' dengan paper yang mahasiswa buat, maka pejamkan mata dan lihat hasil akhirnya.
Ketiga, Dosen Simple. Tipe dosen seperti ini kurang lebihs ama dengan tipe kedua yakni santai, low profile, suka diskusi dan implementasi teorinya sesuai realitas kekinian. Tapi dosen tipe ini akan menjamin nilai mahasiswa menjadi A, dengan syarat khusus seperti menulis artikel yang terbit di media nasional, membuat artikel yang tembus jurnal nasional, atau memenangkan lomba menulis tingkat nasional. Jika mahasiswa sudah mendapatkan salah satu hal itu, walaupun nilai UTS dan UAS kecil, dijamin tetap mendapatkan A.

2.  Solid Dalam Pertemanan
Jika kita sakit atau berhalangan hadir, maka teman lah yang menjadi harapan informasi. Sehingga, pertemanan yang solid, menjadi kunci kedua sukses menapaki perkuliahan. Informasi-informasi penting tentang jadwal UTS/UAS, tugas, perubahan jadwal kuliah dan sebagainya, akan mudah didapat dari teman-teman kelas kita. Bahkan jika bisa berteman dengan teman-teman yang otaknya 'moncer' akan semakin memudahkan kita dalam menjalani kehidupan ber-universitas dan ber-fakultas. Minimal, tugas kuliah akan lebih baik berkualitas yang akan mendukungmu memperoleh nilai terbaik. Lalu bagaimana dengan kelompok lainnya? bergaul tentu dengan siapa saja, namun perlu diukur kadar kebermanfaatannya. jika dirimu bergerombol dengan 'ahli nongkrong' yang kuliah sekedar untuk gaul saja, maka tetaplah bergaul seperlunya saja.

3. Akrab Dengan Pegawai Kampus
Informasi juga bisa datang dari pegawai kampus. Bahkan informasi A1 tentang dosen, perkuliahan, beasiswa dan sebagainya, biasanya datang dari pegawai kampus. Bahkan mereka memiliki 'ramuan' jitu menaklukan dosen yang mereka racik selama bertahun-tahun bergaul dengan seluruh civitas akademika :)
Nah.... jika kita akrab dengan pegawai kampus, maka perjalanan kuliah akan semakin mudah. Tegurlah.... sapa.... ngobrol.... Bertindaklah sesuai kadar kemanusiaan.... Mereka juga manusia yang sama mulia nya dengan diri kita sang 'Menara Gading'. Apabila pulang kampung, bawakanlah oleh-oleh sekedarnya... yaa... sekedar berbagi kebahagiaan secara sederhana.

4. Terakhir, Belajar Serius dan Mohon Doa Bokap-Nyokap
Belajar serius itu modal utama, muatan spiritualnya doa orang tua. Jika mengandalkan belajar saja tanpa doa-doa orang terkasih, yakinlah Kelar Hidup lo. Masalah akan datang bergantian, hal yang mudah menjadi rumit, masalah kecil menjadi besar. Tapi kalo Bokap-nyokap lo ridho, berlaku sebaliknya. Masalah yang besar, rumit dan mustahil diselesaikan, akan mengecil, mudah dan banyak kemudahan menyelesaikannya. Hal ini juga yang menjadikanmu mendapatkan nilai terbaik dikampus.

Yahhh... Nilai terbaik memang bukan segalanya. Ilmu yang dipahami merupakan hal utama yang menjadi tolok ukur keberhasilan proses perkuliahan. Semoga saja, nilai A yang didapat, selaras dengan ilmu yang terbenam di pikiran kita. Jika tidak, untuk apa?

Lomba : www.unair.ac.id dan http://bpp.unair.ac.id/ketentuanlomba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Recent Posts